Disebuah pasar diatas lapak seorang pedagang sayur, terdapat tumpukan buncis dan kacang panjang. Tanpa disadari sang pedagang mereka bercakap-cakap. Kacang panjang berkata "Cis, kamu enak bentuk kamu juga lebih bagus meskipun harga kita sama".
"Ah kamu bisa aja" jawab Buncis
"Iya aku iri sama kamu cis" jawab kacang panjang.
"Justru aku lebih iri sama kamu Cang"!. Buncis menyambung pembicaraan
"Ukuran kamu mau panjang atau pendek, tetap disebut kacang panjang".
"Bahkan sudah dipotong-potongpun tetap disebut kacang panjang".
Kacang panjang termenung, "Oh iya, ngapain aku iri sama orang lain, bukankan kita punya keunikan masing-masing".
"Ayo kita sama-sama tanya Prof Eko, sebenarnya di Google Trends, siapa yang paling ngetrend" seru Kacang Panjang penasaran.
Tamat
Ridwan Nurhadi
Day3AISEIWritingChallenge


12 komentar:
Kreatif ceritanya, sederhana penuh makna. Jangan iri, semua orang punya keunikan masing-masing. Jangan lupa main ke lapak saya ya pak Ridwan
Haha...banyak pelajaran dari cerita pendek ini.
Itu saat kacang panjang dan buncis ngobrol, wortel lg ngapain ya...??
Wahh.. menarik ceritanya. Terimakasih buat saya banyak belajar menulis dengan baik.
Sama-sama sayur yg enak lho
Hahahaha lucu Pak, sederhana tapi keren...
Setiap yang tercipta punya keunikan sendiri...mantap
Tulisan singkt nmun bermakna pak..
Sip.. Jn iri pd orang lain..
Inspiratif sekali kisahnya membuat kita tsk boleh iri dengan org lain
Keren sekali.. Blognya dan isinya penuh makna
Hehe mereka mirip tapi beda, dan masing2 enakk, mantap!
waah lucu ceritanya, unik 😍
Posting Komentar